Jurnal Sintesis Sains Sains Terapan Analisis Laboratorium Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata
Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Batang Duwet (Syzygium cumini L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus
PDF

Kata Kunci

Duwet (Syzygium cumini L.); Staphylococcus aureus; Antibakteri; Difusi sumuran

Cara Mengutip

Fitria, F., Untarto Swandono, H. ., Agusti Lukis, P. . dan Werdiningsih, W. . (2025) “Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Batang Duwet (Syzygium cumini L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus”, Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya, 6(2). doi: 10.56399/jst.v6i2.313.

Abstrak

Infeksi bakteri, khususnya yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, adalah masalah kesehatan global yang serius. Bakteri ini bisa menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari infeksi kulit ringan hingga sepsis yang berpotensi fatal. Bakteri ini dilaporkan telah mengalami resistensi terhadap antibiotic, sehingga perlu dikembangkan antibiotik alami yang minim efek samping. Tanaman Duwet (Syzygium cumini L.), terutama kulit batangnya dapat mengobati disentri, diare, dan dispepsia, selain itu mengandung banyak senyawa bioaktif. Atas dasar manfaat tersebut dan kandungan senyawanya, kulit batang pohon duwet berpotensi memiliki sifat antibakteri yang bermanfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana ekstrak etanol kulit batang duwet dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dalam uji laboratorium (secara in vitro). Metode yang digunakan meliputi proses ekstraksi kulit batang duwet dengan merendamnya dalam etanol 96%, diikuti dengan uji fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawanya. Selanjutnya, ekstrak diuji kemampuannya menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang duwet memiliki aktivitas antibakteri yang paling kuat pada konsentrasi ekstrak 60% dengan daya hambat 10,67 ± 2,25 mm termasuk kategori sedang.

Kata kunci: Duwet (Syzygium cumini L.); Staphylococcus aureus; Antibakteri; Difusi sumuran

https://doi.org/10.56399/jst.v6i2.313
PDF
Creative Commons License

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Hak Cipta (c) 2025 Penulis dan Jurnal

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.