Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis <p><strong><img style="float: left; width: 136px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #1eb53e;" src="https://jurnal.iik.ac.id/public/site/images/admjurnaliik2020/backup-of-cover-2.jpg" width="305" height="188" />Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya</strong> merupakan jurnal ilmiah penelitian yang didedikasikan untuk publikasi berkualitas dibidang sains murni, sains terapan dan analisis dengan nomor ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1599447863" target="_blank" rel="noopener">2745-9918</a>. Jurnal ini diterbitkan Fakultas Sains Teknologi dan Analisis <a href="https://www.iik.ac.id/">Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata</a> oleh kelompok Bidang Minat bidang minat Sains, Sains Terapan dan Analisis Sains yang dipublikasikan setahun dua kali yaitu bulan <strong>Juni dan Desember</strong>. Semua publikasi dijurnal<strong> Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya</strong> ini bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan.</p> id-ID tri.ana.mulyati@iik.ac.id (Tri Ana Mulyati) fita.sari@gmail.com (Fita Sari, M.Farm) Rab, 20 Mar 2024 09:05:31 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Formulasi Sediaan Suspensi Antasida Dengan Variasi Konsentrasi Suspending Agent Xanthan Gum https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/136 <p>Antasida adalah salah satu obat yang biasa digunakan untuk mengatasi ganguan asam lambung yang berlebihan, dan rasa nyeri ulu hati yang disebabkan oleh iritasi lambung dan pepsin. Dalam pembuatan suspensi antasida dibutuhkan bahan yang dapat mentabilkan suspensi, salah satunya adalah <em>suspending agent</em>. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan kestabilan sediaan suspensi antasida dengan perbedaan tiga variasi konsentrasi yang berbeda yaitu 0,1%, 0,3%, dan 0,5%. Evaluasi fisik sediaan dilakukan dengan evaluasi uji pH, uji homogenitas, uji organoleptis, uji viskositas, uji volume sendimentasi, uji berat jenis, dan uji henonik. Formula terbaik yang didapat pada hasil penelitian ini adalah Formula III dengan hasil uji organoleptis berwarna putih, berbau mint, dan berasa menthol, Hasil pH 8 pada hari ke 1 dan ke 7, uji homogenitas sediaan stabil homogen hingga uji pada hari ke 14, hasil uji viskositas 140 mPas, uji hedonik dengan hasil kesukaan warna 4.25, bau 4.25, dan penampilan 4.3, uji volume sendimentasi dengan hasil 1, berat jenis dengan hasil uji lebih dari 1,00 hingga hari ke 14.</p> Novi Anggraeni, Pemta Tiadeka, Diah Ratnasari Hak Cipta (c) 2023 Novi Anggraeni, Pemta Tiadeka, Diah Ratnasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/136 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 Pemeriksaan Mikroskopis Scabies (Sarcoptes scabiei) dengan Metode Kerokan Kulit Pada Santri di Pondok Pesantren https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/147 <p>Kudis atau biasanya disebut skabies (<em>scabies)</em> adalah penyakit menular akibat infestasi dan kerentanan terhadap variasi <em>Sarcoptes scabiei</em> hominis. Dalam mendiagnosis penyakit skabies pada santri di pesantren yaitu melalui pemeriksaan mikroskopis, kerokan kulit merupakan salah satu cara pemeriksaan yang sederhana dan praktis. Pemeriksaan kerokan kulit memberikan hasil yang bagus jika ditemukan tungau Sarcoptes scabiei. Desain penelitian ini adalah penelitian observasi dengan menggunakan Teknik <em>cross-sectional</em> dengan penggunaan pendekatan full sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10 responden, empat orang berjenis kelamin perempuan dan enam orang berjenis kelamin laki-laki, berusia antara 12-14 tahun. Jumlah hasil efektif skabies dengan metode kerokan kulit adalah 1 orang (10%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah diperoleh hasil luar biasa dari penggunaan metode kerokan kulit dalam mendiagnosis skabies.</p> Rizal Hermawan, Indra Fauzi Sabban, Moch. Abdul Rokim, Afriska Fasmalaningrum Hak Cipta (c) 2023 Rizal Hermawan, Indra Fauzi Sabban, Moch. Abdul Rokim, Afriska Fasmalaningrum https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/147 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 Korelasi Glukosa Darah Puasa Dengan Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) Dan Jumlah Leukosit Sebagai Biomaker Komplikasi Kardiovaskuler Pada DM Tipe 2 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/153 <p>Patogenesis komplikasi penyakit kardiovaskuler pada DM tipe 2 didasari oleh dislipidemia diabetik, <em>log-grade</em> inflamasi dan sitokin proinflamasi. Penanda inflamasi sangat diperlukan untuk menilai status dan mengurangi resiko komplikasi pada DM. NLR dan jumlah leukosit sebagai biomarker inflamasi memiliki nilai prognostik yang baik pada kardiovaskuler pada DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi glukosa darah puasa dengan biomarker inflamasi (NLR dan Jumlah leukosit) pada DM tipe 2. Populasi pada penelitian ini adalah 58 pasien DM tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri. Desai penelitian menggunakan Analitik pendekatan <em>cross sectional </em>&nbsp;dengan tehnik sampling <em>purposive</em>. Sampel penelitian sebanyak 21 pasien DM tipe 2. Hasil yang di peroleh kadar glukosa darah puasa 204±65 mg/dl, Jumlah Leukosit 7.761,5±1423 (sel/µl), NLR 3,2±2,4. Korelasi kadar glukosa darah puasa dengan jumlah leukosit&nbsp; adalah p=0,093 atau &gt; 0,05 dan NLR p=0, 912 atau &gt; 0,05. Pada pasien DM tipe 2 mengalami peningkatan jumlah leukosit dan NLR walaupun masih dalam rentang normal. Berdasarkan uji kolerasi tidak terdapat korelasi glukosa darah dengan Jumlah leukosit dan NLR pada pasien DM tipe 2</p> fathul hasanah, Sri Wahyuni, Fita Sari, Triffit Imasari Hak Cipta (c) 2023 fathul hasanah, Sri Wahyuni, Fita Sari, Triffit Imasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/153 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 Dampak Infeksi Soil Transmitted Helminth Terhadap Profil Darah Pada Petugas Kebersihan https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/156 <p>Cacing tambang dapat menghisap darah sebanyak 0.03-0.34 ml darah per cacing dalam satu hari, sehingga dapat mempengaruhi kadar Hemoglobin di dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infeksi cacing tambang (Hookworm) terhadap kadar hemoglobin petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Sementara Kota Kediri. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah semua petugas kebersihan, yang mana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 23 petugas kebersihan. Metode pemeriksaan feses menggunakan Direct Slide dengan pewarna eosin 2% dan metode pemeriksaan Hemoglobin&nbsp; menggunakan Point Of Care Testing (POCT). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya infeki cacing tambang (Hookworm) pada petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Sementara Kota Kediri sebanyak 16 orang, dari 16 orang yang terinfeksi 10 orang memiliki kadar hemoglobin rendah. Hasil uji statistika menunjukkan&nbsp; koefisien&nbsp; korelasi (R) sebesar 0,483 , nilai p= (0,020)&nbsp; &lt;&nbsp; alpha 0,05 (5%), dengan demikian H1 diterima. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara infeksi cacing tambang (Hookworm) dengan kadar hemoglobin pada petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Sementara Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.</p> Ismiy Wahyuni, Dani Andrean, Jessi Suryani Setiawan Hak Cipta (c) 2023 Ismiy Wahyuni, Jessi Suryani Setiawan, Dani Andrean https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/156 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 Kajian Konsep Fluida Dinamis pada Optimalisasi Aliran Nutrisi Sistem Hidroponik https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/137 <p>Hidroponik adalah metode pertanian atau budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media tumbuh. Fisika memainkan peran yang sangat penting dalam sistem hidroponik, karena konsep-konsep fisika memengaruhi banyak aspek dari pertumbuhan tanaman dan pengoperasian sistem hidroponik. Pemahaman yang mendalam tentang konsep fisika fluida dinamis merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan hidroponik, karena memainkan peran kunci dalam mengoptimalkan aliran nutrisi dalam sistem hidroponik. Aliran nutrisi yang optimal di dalam sistem hidroponik adalah kunci untuk mencapai hasil yang baik dalam budidaya tanaman, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pengurangan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki konsep fluida dinamis yang terkait dengan aliran nutrisi dalam sistem hidroponik dan bagaimana pemahaman tentang prinsip-prinsip fluida dinamis ini dapat diterapkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu <em>literature review</em>. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder pada buku yang terbit pada 10 tahun terakhir dan jurnal yang terbit pada 5 tahun terakhir dengan kata kunci berupa fluida, aliran fluida, dan aliran nutrisi tanaman hidroponik. Konsep fluida dinamis dalam sistem hidroponik dapat digunakan untuk memahami pergerakan dan perilaku air yang membawa nutrisi ke akar tanaman. Pemahaman Hukum Bernoulli dapat membantu dalam perancangan sistem agar nutrisi dapat mengalir dengan benar. Asas kontinuitas ini sangat penting dalam perancangan dan pengelolaan sistem aliran nutrisi dalam hidroponik, karena dapat membantu memastikan distribusi nutrisi yang merata di antara tanaman, sehingga semua tanaman dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan nutrisi yang cukup.</p> Umi Uswatun, Risma Yusliqatur Rohkma, Umi Uswatun Khasanah, Susantri Br Tarigan, Sudarti, Kendid Mahmudi Hak Cipta (c) 2023 Umi Uswatun, Risma Yusliqatur Rohkma, Umi Uswatun Khasanah, Susantri Br Tarigan, Sudarti, Kendid Mahmudi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/137 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 Analisa Kandungan Karbohidrat dan Asam Askorbat Pada Sari Buah Matoa (Pometia pinnata) dengan Metode KualitatifAnalisa Kandungan Karbohidrat dan Asam Askorbat Pada Sari Buah Matoa (Pometia pinnata) dengan Metode Kualitatif https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/149 <p>Di Indonesia, buah matoa merupakan ciri khas dari daerah Papua. Secara umum buah tersebut mengandung vitamin C (asam askorbat) yang bermanfaat sebagai antioksidan untuk meningkatkan antibodi. &nbsp;Selain asam askorbat, buah matoa juga mengandung karbohidrat yang dapat dimanfaatkan sebagai cita rasa baru untuk es krim maupun pembuatan sirup. Pada penelitian ini sampel buah matoa diambil dari daerah Kota Kediri. Tujuan dilakukan penelitian ialah untuk mengetahui adanya kandungan asam askorbat dan karbohidrat dari buah matoa yang berasal dari Kota Kediri. Berdasarkan hasil analisis kualitatif menggunakan metode FeCl<sub>3, </sub>KMnO<sub>4, </sub>AgNO<sub>3, dan </sub>metilen biru menunjukkan bahwa buah matoa dari Kota Kediri mengandung asam askorbat atau dikenal dengan vitamin C. Selanjutnya berdasarkan analisis kualitatif menggunakan metode Molisch, benedict, barfoed, seliwanof dan iodium menunjukkan bahwa buah matoa mengandung karbohidrat. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa buah matoa yang berasal dari Kota Kediri mengandung asam askorbat dan karbohidrat sebagaimana buah matoa dari daerah asalnya.</p> Ira Oktavia, Faizatul Fitria, Farida Noor Arifah Hak Cipta (c) 2023 Ira Oktavia, Faizatul Fitria, Farida Noor Arifah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/149 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 Analisis Penyebab Ketidaktepatan Pemberian MP-ASI pada Balita di Kelurahan Bandar Lor Kota Kediri https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/105 <p>Kasus stunting di Indonesia mengalami penurunan di tahun 2022, namun kasusnya belum mencapai target sebesar 14%. Menurut WHO, terdapat empat faktor penyebab langsung kejadian stunting antara lain, keluarga, ASI, MP-ASI, dan infeksi. Kondisi stunting memberikan dampak buruk pada kualitas hidup balita antara lain menghambat perkembangan otak, berisiko mengalami penyakit degeneratif, dan daya tahan tubuh lemah. Penelitian berujuan untuk mengetahui penyebab ketidaktepatan pemberian MP-ASI. Metode yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan populasi masyarakat RW 05 Kelurahan Bandar Lor. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui angket, data kelurahan, dan data Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, unsur man dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan ibu balita tentang pemberian MP-ASI yang tepat. Unsur <em>method</em>, metode kurang menarik karena ceramah kurang efektif. Unsur <em>machine</em>, media sulit diakses, dan unsur <em>material</em> lembar balik memiliki jangkauan visual terbatas. Selanjutnya unsur <em>measurement</em>, kurangnya pengawasan dan pencatatan karena Tim Pendamping Keluarga belum maksimal. Unsur <em>mileu</em>, lingkungan keluarga cenderung mendukung pemberian MP-ASI dini karena budaya, penampilan, informasi yang salah, dan beban ganda ibu.</p> Ratna Frenty Nurkhalim, Dianti Ias Oktaviasari Hak Cipta (c) 2023 Ratna Frenty Nurkhalim, Dianti Ias Oktaviasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/105 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 Penentuan Kadar Timbal Dalam Urine Dengan Metode SSA Pada Mahasiswa Perokok Elektrik di IIK Bhakta Kediri https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/146 <p>Timbal atau yang biasa disingkat dengan Pb merupakan logam berat nonesensial, yaitu logam berat yang tidak mempunyai fungsi di dalam tubuh manusia, bahkan dapat menyebabkan keracunan. Hal ini dapat dijumpai pada pengguna rokok elektrik salah satunya adalah mahasiswa.&nbsp; Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar timbal dalam urine mahasiswa perokok elektrik di IIK Bhakti Wiyata. Penellitian ini menggunakan desain penelitian <em>Deskriptif</em>. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode <em>Purposive sampling</em> yaitu sebanyak 8 respponden. Hasil penelitian menunjukkan kadar timbal tertinggi dalam urine sebesar 0,271 ppm dan 0,196 ppm, dimana nilai tersebut melebihi nilai ambang batas. Sedangkan kadar timbal yang masih berada di nilai ambang batas yaitu 0,009 ppm, 0,047 ppm dan 0,084 ppm berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1406/MENKES/SK/XI/2002 yang menyatakan kadar timbal dalam urine sebesar 0,15 mg/L.</p> Revita Tiara Pujiastuti, Ibnu Muhariawan Restuaji Hak Cipta (c) 2023 Revita Tiara Pujiastuti, Ibnu Muhariawan Restuaji https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/146 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 Analisis Kejadian Infeksi Nematoda Usus Pada Kuku Petugas Pengumpul Sampah di TPS Bandar Lor, Ngronggo dan Kaliombo dengan Metode Centrifugasi https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/155 <p>Latar Belakang: Kasus kecacingan di Indonesia paling tinggi diakibatkan oleh <em>Ascaris lumbricoides </em>(70%-92%), <em>Trichuris trichiura</em> (83%-91%), <em>Enterobius vemicularis</em> (3%-80%),&nbsp; <em>Necator americanus</em> dan <em>Ancylostoma duodenale</em>&nbsp; (30%-50%), serta <em>Strongyloides Stercoralis </em>(0,5% – 1%). Seorang petugas pengumpul dengan <em>personal hygine</em> yang buruk dapat menstransmisikan telur cacing kuku dan tangan. <strong>Tujuan</strong> penelitian ini untuk mengetahui spesies Nematoda Usus yang ditemukan pada kuku petugas pengumpul sampah di TPS Bandar Lor, TPS Ngronggo, dan TPS Kaliombo.<strong> Metode </strong>penelitian yang digunakan adalah pengendapan centrifugasi menggunakan larutan KOH 10% yang dianalisis secara deskriptif. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan mengambil sampel kuku tangan dan kaki dari 30 responden petugas pengumpul sampah. <strong>Hasil </strong>menunjukkan bahwa ditemukan adanya Telur <em>Ascaris lumbricoides</em> sebesar 3,3% ada pada kuku kaki petugas pengumpul sampah, sedangkan sebanyak 96,7% tidak di temukan adanya telur cacing pada kuku tangan dan kuku kaki petugas pengumpul sampah. <strong>Kesimpulan</strong> terdapat telur cacing nematoda usus dengan jumlah spesies satu jenis.</p> nurul istiqomah, Khairina Nuryanti Aisyah Hak Cipta (c) 2023 nurul istiqomah, Khairina Nuryanti Aisyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/155 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 H Hubungan Kualitas Konsumsi Makanan Dengan Kejadian Stunting Di Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/98 <p><em>Stunting</em> adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah usia 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupah (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas konsumsi makanan dengan kejadian <em>stunting </em>pada balita usia 6-23 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi menggunakan pendekatan <em>cross sectional.</em> Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dan balita usia 6-23 bulan dengan status gizi <em>stunting</em>, dan didapatkaan sampel sebanyak 33 responden yang diambil dengan menggunakan <em>simple random sampling</em>. Pengumpulan data meliputi coding, editing dan tabulating, kemudian data dianalisis menggunakan SPSS dengan <em>chi-square test. </em>Untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan menggunakan Uji <em>Koofesiensi kontingensi.</em> Dari hasil penelitian didapatkan bahwa yang mengkonsumsi makanan yang tidak berkualitas adalah 22 balita (66,7%). Hasil uji statistik didapatkan Pvalue = 0,027 (nilai probabilitas (p)&lt; a (0,05 ) yang artinya H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kualitas konsumsi makanan dengan kejadian <em>stunting </em>di desa glundengan kecamatan wuluhan. Sedangkan pada uji <em>koofesiensi kontingensi</em> dimana nilainya sebesar 0,372 memiliki arti hubungan antara kualitas konsumsi makanan dengan kejadian <em>stunting</em> adalah lemah. Bagi ibu yang memiliki balita dengan status gizi <em>stunting</em> diharapkan memberikan asupan makanan yang berkualitas agar status gizi balita menjadi normal.</p> Deni Nuurrahmawati, Nur Hamim, Iis Hanifah Hak Cipta (c) 2023 Deni Nuurrahmawati, Nur Hamim, Iis Hanifah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/98 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Profilaksis Cefazoline Dan Ceftriaxone Pada Pasien Bedah Sesar Di RSUD Dr Soedomo Trenggalek https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/154 <p>Tindakan bedah sesar semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dengan meningkatnya kasus bedah sesar juga meningkatkan faktor resiko terjadinya infeksi pada ibu hamil (ILO). Infeksi luka operasi merupakan komplikasi pasca bedah sesar yang mana meningkatkan angka mortalitas, morbiditas dan biaya yang tinggi. Terapi dengan pemberian antibiotik profilaksis telah terbukti dapat menurunkan resiko infeksi luka pasca bedah. Beragamnya terapi antibiotik profilaksis yang diberikan kepada pasien bedah sesar perlu dilakukan analisis efektivitas biaya untuk mengetahui terapi pengobatan mana yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas biaya pada penggunaan antibiotik profilaksis cefazoline dan ceftriaxone pada kasus bedah sesar di RSUD Dr Soedomo Trenggalek tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan secara retrospektif dengan perspektif rumah sakit. Hasil penelitian didapatkan penggunaaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar yang menggunakan antibiotik cefazoline lebih cost-effetive dibandingkan dengan antibiotik ceftriaxone berdasarkan nilai ACER yang didapat dari dua outcome terapi sebesar Rp 5.492.629 dan Rp 1.408.306</p> Yogi Bhakti Marhenta; wika admaja, Indah Hak Cipta (c) 2023 Yogi Bhakti Marhenta; wika admaja, Indah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/154 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000 SKRINING INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN DIAGNOSTIK TES SIFILIS DAN HIV PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KABUPATEN KEDIRI https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/152 <p>Penyakit menular seksual (IMS) merupakan penyakit yang disebabkan penularan mikroorganisme yang dilakukan karena aktivitas seksual berisiko, beberapa penyakit IMS yaitu infeksi sifilis dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), Sifilis adalah suatu IMS yang terjadi penularan bakteri <em>Treponema pallidum</em>. Infeksi HIV adalah virus golongan retrovirusyang yang menginfeksi sel darah putih manusia dan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh manusia. Infeksi sifilis dan HIV dapat menyerang siapapun salah satunya pekerja seks komersial (PSK) yang dilihat dari aktivitas seksual berisiko tinggi. PSK merupakan wanita yang memberikan jasa pemuasan seks kepada tamunya yang biasanya adalah laki-laki. Penularan penyakit sifilis dan HIV pada PSK ditularkan melalui hubungan seksual normal, anal seks, sehingga menyebabkan penularan bakteri dan virus terutama PSK yang tidak menggunakan alat pelindung (kondom). Beberapa macam metode mendeteksi antibodi <em>Treponema pallidum</em> sifilis dan HIV salah satunya dengan metode imunokromatografi, yaitu metode cepat untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap bakteri <em>Treponema pallidum</em> dan HIV didalam tubuh secara kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis prevalensi infeksi sifilis bakteri <em>Treponema pallidum </em>dan HIV<em>. </em>Desain penelitian secara survey deskriptif, teknik sampling secara <em>accidental sampling </em>dan total sampel sebanyak 30 sampel. Sampel yang digunakan yaitu plasma dari sampel PSK. Berdasarkan hasil penelitian pemeriksaan antibodi <em>Treponema pallidum</em> didapatkan hasil positif 0 sampel (0%) dan hasil negatif 30 sampel (100%). Hasil penelitian antibodi HIV terdapat 1 hasil positif (3,3%) dan 29 hasil negatif (96,7%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan sifilis dan HIV dengan metode imunokromatografi dapat digunakan untuk pemeriksaan skrining IMS dan deteksi dini adanya infeksi sifilis dan HIV.</p> Erawati, Frieti Vega Nela, Siska Kusuma Wardani, Kiki Risma Lestari, Tiara Putri Hak Cipta (c) 2023 Erawati, Frieti Vega Nela, Siska Kusuma Wardani, Kiki Risma Lestari, Tiara Putri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/152 Rab, 20 Mar 2024 00:00:00 +0000