https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/issue/feed Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya 2025-12-23T00:00:00+00:00 IIK BHAKTA Synthesis Journal Editorial Team jurnalsintesis@gmail.com Open Journal Systems <p><strong><img style="float: left; width: 136px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #1eb53e;" src="https://jurnal.iik.ac.id/public/site/images/admjurnaliik2020/backup-of-cover-2.jpg" width="305" height="188" />Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya (Journal Title in English: Journal of Synthesis: Science, Applied Research, and Analysis)</strong> is a scientific research journal dedicated to quality publications in the fields of pure science, applied science and analysis with ISSN number <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2745-9918" target="_blank" rel="noopener">2745-9918</a> and has been indexed by <a title="Sinta" href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12632" target="_blank" rel="noopener">SINTA 5</a>. This journal is published by the Faculty of Science, Technology and Analysis of the <a href="https://www.iik.ac.id/">Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata</a> by the Interest Group of the Science, Applied Science and Science Analysis interest areas which are published twice a year, namely in June and December. All publications in the Journal of Synthesis: Research in Science, Applied and Analysis are open access which allows articles to be freely available online without a subscription.</p> https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/290 Analisis Komparatif Kualitas Pewarnaan Histopatologi dengan Hematoxylin Mayer dan Harris di RSD Nganjuk 2025-06-29T00:59:06+00:00 Vina Fitriana vinavitriana@gmail.com Indra Sabban indra.fauzi@iik.ac.id Devi Mardya Filosa oca@gmail.com Rizal Hermawan rizal.hermawan@iik.ac.id Erawati erawati@iik.ac.id Ida Septika W edaseptika@gmail.com Mike Endah Rahayu M mike@gmail.com Gilang Kusdinar gilangkusdinar@gmail.com Ismiy Wahyuni ismy.wahyuni@iik.ac.id Ida Rizqa Nuraini ida.RizqaNuraini@gmail.com Nurul Widyawati nurul.widyawati@iik.ac.id <p>Latar belakang:&nbsp; Pewarnaan yaitu pemberian warna pada sel yang akan dipotong hingga membentuk sel pada jaringan,&nbsp; sehingga dapat diamati pada mikroskop. Pewarnaan Hematoxillin-Eosin (HE) memiliki prinsip dimana inti yang bersifat asam akan menarik zat atau larutan Hematoxillin yang bersifat basa dan akan bewarna biru sampai ungu. Sedangkan sitoplasma yang bersifat basa akan menarik zat atau larutan Eosin yang bersifat asam sehingga memberikan warna merah muda. Hematoxillin yang sering digunakan adalah Hematoxillin Mayer dan Hematoxillin Harris. Tujuan: Untuk mengetahui analisa perbandingan hasil pewarnaan HE sediaan histopatologi menggunkan Hematoxillin Mayer dan Hematoxillin Harris di RSD Nganjuk. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap, acak kelompok atau faktorial. Populasi yang dilakukan dalam penelitian ini blok parafin jaringan tubuh manusia yang tersimpan di laboratorium Patologi Anatomi RSD Nganjuk. Teknik sampling penelitian yang digunakan adalah Quota Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 16 responden. Hasil: hasil Hematoxillin Mayer dengan jumlah 16 responden didapatkan keterangan Kurang baik sebanyak 3 sampel dan baik sebanyak 13 sampel sedangakan pada Hematoxillin Harris didapatkan keterangan tidak baik sebanyak 4 sampel, kurang baik sebanyak 8 sampel dan baik sebanyak 4 sampel. Berdasarkan uji statistik&nbsp; Independent Sampel T-Test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara pewarnaan Hematoxillin Mayer&nbsp; dengan&nbsp; Hematoxillin Harris di RSD Nganjuk dibuktikan dengan nilai sig. = 0.184 atau nilai sig. (2-tailed) &gt; 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Simpulan dan saran: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan pada hasil pewarnaan sediaan histopatologi dan pewarnaan Hematoxillin mayer lebih baik dibandingkan dengan Hematoxillin harris di RSD Nganjuk.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/314 Korelasi Kadar C-Reactive Protein (CRP) dengan Kadar Hemoglobin A1c (Hba1c) pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 2025-12-13T04:50:37+00:00 Azka Hasbia Zahrani hasbiaazka@gmail.com Yogi Khoirul Abror yogijkh@gmail.com Nina Marliana Ninamarliana@gmail.com Fusvita Merdekawati FusvitaMerdekawati@gmail.com <p>Diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi meningkatnya kadar gulosa yang disebabkan oleh kesalahan fungsi insulin oleh sel beta pankreas. HbA1c digunakan sebagai penanda kontrol glikemik jangka panjang sementara CRP merupakan biomarker inflamasi yang digunakan sebagai biomarker inflamasi sistemik pada penderita diabetes melitus tipe 2. &nbsp;Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi CRP dengan HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis observasional dengan desain cross-sectional terhadap 30 pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Al-Ihsan Baleendah. Kadar CRP diukur menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA) dan kadar HbA1c diperoleh melalui rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata CRP sebesar 11,26 mg/L dan HbA1c sebesar 9,8%. Hasil uji korelasi Spearman menunjukan nilai signifikasi p = 0,002 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,552 yang artinya terdapat korelasi positif yang signifikan antara kadar CRP dan HbA1c. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kadar CRP, sebagai indikator peradangan sistemik, berhubungan dengan buruknya kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/318 Neutrophil Extracellular Traps as Potential Therapeutic Targets in Systemic Lupus Erythematosus: A Systematic Review of Current Evidence 2025-11-27T07:42:45+00:00 Danny Meganingdyah Primartati danny.mp@iik.ac.id Aulia Risqi Fatmariza Aulia.risqi@iik.ac.id Rahmad Darmawan RahmadDarmawan@gmail.com Noor Fadillah noorf@gmail.com <p><strong>Introduction:</strong> Systemic Lupus Erythematosus is an autoimmune disorder in which the immune system becomes increasingly dysregulated, inflamed, and involves multiple organ systems. While NETs play an essential role in antimicrobial defence, in SLE, they enhance immunopathological damage by driving type I interferon response, autoantibody production, and tissue damage. NETs, due to their unique capability of serving both as disease extraditional and as disease instigators, are a promising target in SLE. <strong>Methods:</strong> The current review is in accordance with PRISMA guidelines and registered in PROSPERO (CRD420251129386). Comprehensive searches were performed in PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, and JSTOR, published between 2021 and 2025. Primary research investigating NETs or interventions aimed at them in SLE were included. Articles were excluded for non-originality, focus outside SLE and NETs, and lack of therapeutic focus. Documents were appraised for design, population, sample size, intervention, outcome, and therapeutic relevance for extraction. <strong>Results:</strong> A total of 1.065 articles were initially identified, of which six studies met inclusion criteria. Clinical studies consistently demonstrated elevated NET remnants, impaired NET degradation, and organ-specific deposition associated with lupus nephritis and vascular involvement. Preclinical models showed that PAD4 inhibition, DNase I supplementation, and mitochondrial-targeted antioxidants reduced NET formation, attenuated interferon-driven immune responses, and ameliorated renal and vascular pathology. <strong>Conclusion:</strong> Existing data underscore the role of NETs as critical pathogenic components of SLE and corroborate the possibility of NETs as therapeutic targets. There is, however, an immediate need for bespoke NET assays, active-signed NET biomarker stratification, NET-guided patient stratification, and rigorous clinical trial design.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/325 Korelasi Kadar C-Reactive Protein (CRP) Dengan Platelet Lymphocyte Ratio (PLR) Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Gambiran Kediri 2025-11-28T02:23:53+00:00 Adriani Putri Bungsu Adriani@gmail.com Fathul Hasanah fathul.hidayatul@iik.ac.id Sri Wahyuni sri.wahyuni.sst@iik.ac.id Fita Sari fita.sari@iik.ac.id Jessi Suryani Setiawan jessi@iik.ac.id Viedya Novalinda Viedya@iik.ac.id Purwadi Wahyu Sasongko Purwadi@iik.ac.id <p>Hiperglikemia pada Diabetes Melitus (DM) memicu inflamasi sistemik dan berkontribusi pada komplikasi klinis mikrovaskuler ataupun makrovaskuler. <em>C-Reactive Protein</em> (CRP) sebagai prediktor perkembangan penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes, sementara <em>Platelet Lymphocyte Ratio</em> (PLR) merupakan penanda baru inflamasi sistemik dan prediktor berbagai penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui korelasi kadar CRP dengan PLR pada pasien DM. Desain penelitian berjenis observasional analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian ini sebanyak 34 pasien DM, dengan jumlah sampel sebanyak 21 responden menggunakan teknik sampling purposive. Berdasarkan hasil Analisis dari diuji korelasi Kendall’s tau didapatkan nilai r= 0,305 yang menunjukan korelasi rendah dan nilai sig= 0,053 (&gt;0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini, tidak temukan korelasi antara Kadar CRP dengan PLR pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Gambiran Kediri.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/342 Efektifitas Kombinasi Program Latihan Drill dan Agility Terhadap Peningkatan Kelincahan 2025-11-28T02:37:14+00:00 Alfian Noha Zulkarnain alfian.noha@iik.ac.id Sukadi Sukadi sukadi@iik.ac.id Indra Cahyadinata indracahya@gmail.com Kurniani Fatma Hardini Kurniani@gmail.com <p>Kelincahan merupakan komponen penting dalam performa olahraga yang menuntut perubahan arah cepat dan terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi program latihan ABC Drill dan <em>agility training</em> menggunakan T-shaped cone terhadap peningkatan kelincahan mahasiswa. Penelitian menggunakan desain <em>quasi-experimental</em> dengan pendekatan <em>pre-test and post-test</em>. Sampel berjumlah 30 mahasiswa yang mengikuti Kediri Half Marathon tahun 2025, dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em> dengan kriteria usia 20–25 tahun, sehat, tidak mengalami cedera tungkai, serta memiliki kebugaran fisik yang baik. Kemampuan kelincahan diukur menggunakan <em>Illinois Agility Run Test</em>. Analisis data dilakukan melalui uji homogenitas Levene’s, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji <em>Paired Sample T-test</em> menggunakan SPSS v.20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data bersifat homogen (p = 0,329) dan berdistribusi normal (pre-test p = 0,265; post-test p = 0,277). Uji <em>Paired Sample T-test</em> menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (&lt; 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan dari kombinasi latihan ABC Drill dan <em>agility training</em> terhadap peningkatan kelincahan mahasiswa. Intervensi ini dinilai efektif karena melibatkan komponen teknik lari, kontrol neuromuskular, ritme gerak, dan kemampuan perubahan arah yang saling mendukung. Dengan demikian, kombinasi latihan ABC Drill dan T-shaped cone agility direkomendasikan sebagai metode pelatihan yang efisien untuk meningkatkan kelincahan pada mahasiswa maupun atlet pemula</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/351 The Antibiotic Sensitivity Test Comparison of Erythromycin and Ciprofloxacin Against Pseudomonas sp. Bacteria in Diabetic Foot Ulcers 2025-11-27T07:37:54+00:00 Novia Agustina novia.agustina05@gmail.com Mely Purnadianti.,S.St.,M.Si mely.purnadianti@iik.ac.id Mardiana Prasetyani Putri neyna_ub@yahoo.co.id Arshy Prodyantasari4 arshy.prodyanatasari@iik.ac.id Rizza Ngalimatul Hikmah Rizza@gmail.com <p>Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to abnormal insulin secretion and function. One of the complications of diabetes mellitus is peripheral neuropathy, which can lead to diabetic ulcers. Diabetic ulcers can be caused by bacterial infections, specifically from <em>Pseudomonas</em> sp. Antibiotic therapy for diabetic ulcers, particularly those resulting from <em>Pseudomonas</em> sp. infections, has frequently encountered resistance. Therefore, it is necessary to test the sensitivity of <em>Pseudomonas</em> sp. bacteria to the antibiotics used for treatment. This study aims to determine the sensitivity of <em>Pseudomonas</em> sp. from the ulcers of DM patients to the antibiotics erythromycin and ciprofloxacin. Pseudomonas bacteria were isolated from ulcer specimens using cetrimide media, followed by a sensitivity test using the diffusion method on Mueller Hinton Agar medium at 37°C for 24 hours. The research data were analyzed using the comparative Mann-Whitney statistical test. The results showed that <em>Pseudomonas</em> sp. was sensitive to erythromycin by 21% and to ciprofloxacin by 29%, while resistance was 79% for erythromycin and 71% for ciprofloxacin. The statistical results indicated no significant difference between the antibiotics erythromycin and ciprofloxacin (Asymp. Sig. value 0.668). The findings of this study can provide information on the phenomenon of <em>Pseudomonas</em> sp. resistance to erythromycin and ciprofloxacin, offering a basis for evaluating future treatment therapies with further testing.</p> <p>Keywords: <em>Pseudomonas</em> sp, Ulcer, Erythromycin, Ciprofloxacin</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/285 Activity Test Of Bay Leaves (Sizygium Poyantha) As Antihypertension In Male Rats Induced By Angiotensin II 2025-11-28T02:06:03+00:00 octaviana dyah oentari octavianadyah96@gmail.com <p><em>Bay leaves are one of the plants that can be used for hypertension. Matoa leaves are thought to have hypertensive activity because they contain flavonoids. Flavonoids can lower blood pressure modulated by the Renin-Angiotensin-Aldosterone System (RAAS). The purpose of this study was to determine the administration of bay leaf extracts and fractions in lowering blood pressure. This study used a maceration method with 96% ethanol solvent and fractionated with a liquid-liquid method using n-hexane fraction solvent, ethyl acetate fraction, water fraction. In this study, 21 male white rats of the Wistar strain were used as test animals divided into 7 groups. All groups except the normal group were induced with Angiotensin II. The antihypertensive activity of bay leaf extracts and fractions was observed from the percentage decrease in systolic and diastolic blood pressure. The results showed that bay leaf extract at a dose of 300 mg/kg BW could lower blood pressure in rats induced by angiotensin II.</em></p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/307 Gambaran Perilaku Personal Hygiene Mengenai Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Badung 2025-11-28T02:10:10+00:00 Ni Kadek Nana Virgiana nanavrgn11@gmail.com I Nyoman Wirata inyomanwirata@poltekkes-denpasar.ac.id Ni Made Dwi Mahayati dwimahayati@poltekkes-denpasar.ac.id <p><em>Personal hygiene</em> merupakan upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, yang mendukung kesejahteraan fisik serta psikologis seseorang. Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki <em>IQ</em> di bawah angka 70 dan mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas seperti merawat diri sendiri atau bersosialisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan perilaku <em>personal hygiene</em> pada remaja putri tunagrahita terkait kesehatan reproduksi di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Badung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik <em>total sampling</em> yang melibatkan 32 responden dan data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 20 pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian mayoritas responden berusia 35-40 Tahun (34,3%). Mayoritas umur anak 15-17 tahun (62,5%). Mayoritas <em>menarche</em> 13-16 tahun (71,8%). Mayoritas tunagrahita ringan (68,7%), dan perilaku <em>personal hygiene</em> yang baik yaitu 22 (68,7%). Kesimpulan penelitian ini yaitu mayoritas perilaku baik 68,7%, diharapkan siswi dapat lebih meningkatkan perilaku <em>personal hygiene</em> mereka, didukungan oleh orang tua, sekolah dan fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/315 Korelasi Kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan Kadar Interleukin-6 Pada Pasien Hiperkolesterolemia 2025-11-28T08:43:37+00:00 Nur Alifah Retnaningsih nuralifah22092002@gmail.com Yogi Khoirul Abror yogikh@gmail.com Rohayati Rohayati Rohayati@gmail.com Dewi Nurhayati DewiNurhayati@gmail.com <p>Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan fraksi lipid, terutama kolesterol total dan kolesterol LDL, dan menjadi penyebab utama aterosklerosis yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sel pro-inflamasi yang teraktivasi melepaskan Interleukin-6 sebagai respons terhadap stres oksidatif atau kerusakan endotel, serta memainkan peran penting dalam patogenesis aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar LDL dan kadar IL-6 pada pasien hiperkolesterolemia. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan teknik purposive sampling. Metode pemeriksaan IL-6 menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA). Dari 30 sampel pasien hiperkolesterolemia dengan kriteria kadar kolesterol total &gt; 200mg/dL dan kadar LDL &gt;130mg/dL didapatkan rata-rata kadar LDL yaitu 154.33 mg/dL dan rata-rata kadar IL-6 yaitu 5.79 pg/mL. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.653 sehingga dapat disimpulkan terdapat korelasi positif yang kuat antara kadar LDL dan kadar IL-6 pada pasien hiperkolesterolemia. Hal ini mendukung hipotesis bahwa LDL berperan dalam memicu respons inflamasi sistemik yang terlihat dari kenaikan IL 6, serta berkontribusi pada progresi inflamasi vaskular dan pembentukan plak aterosklerotik.</p> <p>Kata kunci: Low Density Lipoprotein (LDL), Interleukin-6 (IL-6), Hiperkolesterolemia</p> <p>&nbsp;</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/320 Identifikasi Bakteri Pada Ulkus Diabetikum Di Praktik Klinik Mandiri Keperawatan Kabupaten Madiun 2025-11-27T07:46:56+00:00 Binti Mu’arofah binti.muarofah@iik.ac.id Wahyu Setyo Triariyati WahyuSetyoTriariyati@gmail.com Siska Anandita Putri Santoso SiskaAnanditaPutriSantoso@gmail.com Novia Agustina novia.agustina05@gmail.com Siska Wardani siska.kusumawardani@iik.ac.id Siti Munawaroh siti.munawaroh@iik.ac.id Angga Eka Kurniawan angga.eka@iik.ac.id <p>Ulkus diabetikum, atau luka pada kaki penderita diabetes, merupakan masalah serius karena Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf, yang akhirnya menyebabkan komplikasi pada pembuluh darah besar dan keci. Kerusakan ini menyebabkan aliran darah ke kaki berkurang dan sensasi rasa sakit menurun. Akibatnya, luka kecil pun bisa berkembang menjadi luka besar tanpa disadari. Luka tersebut menjadi tempat baik bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak, yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi inilah yang seringkali memperburuk kondisi ulkus, bahkan bisa mengarah pada amputasi jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan persentase bakteri pada ulkus diabetikum di Praktik Klinik Mandiri Keperawatan Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan purposive sampling untuk mengambil 15 sampel. Sampel-sampel ini kemudian dikultur pada beberapa media, yaitu MCA, BAP, Urea, TSIA, IMVIC, MSA, dan NAS. dan dilanjutkan dengan tes katalase dan koagulase. Setelah dilakukan penelitian di dapatkan adanya bakteri Batang Gram Negatif yang terdapat pada 15 sampel dengan presentase <em>Escherichia coli </em>(7%), <em>Pseudomonas </em>sp. (7%), <em>Salmonella parathypi B </em>(3%), <em>Klebsiella </em>sp. (33%), dan ditemukan bakteri Gram Positif <em>Staphylococcus</em> <em>aureus </em>(50%). Oleh karena itu, diharapkan pasien penderita luka ulkus diabetikum dapat menjaga kebersihan kaki serta melakukan perawatan luka yang tepat dan melakukan cek gula darah secara rutin sehingga dapat mencegah terjadinya ulkus diabetikum.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Ulkus, Bakteri Gram Negatif, Gram Positif</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/339 Implementation of the Role of Public Relations at Class D Bantargebang Regional General Hospital in 2025 2025-11-20T02:50:52+00:00 Kurniati Nawangwulan KurniatiNawangwulan12345@yahoo.com Yuli Restyanti YuliRestyanti@gmail.com Ninda Nurhalizah NindaNurhalizah@gmail.com Nur Alam Alam@gmail.com <p><em>According to Workforce and Facilities, the number of complaints received by NHS Digital in England increased between October 2015 and March 2017, with 39.6% in December 2016 and 9.55% in November 2015, the two years with the fewest complaints, respectively. Furthermore, the Swedish Patient Advisory Committee receives approximately 30,000 complaints per year, a 17% increase from four years earlier. The study found that Public Relations at Bantargebang Class D Regional General Hospital (RSUD) has performed its primary roles as expert prescriber, communication facilitator, problem-solving process facilitator, and communication technician. While the roles are in accordance with Standard Operating Procedures (SOPs), implementation has not been optimal due to limited human resources, infrastructure, and inter-unit coordination. Public Relations plays an active role in providing strategic advice, facilitating two-way communication, handling patient complaints, and managing communication media, although some activities are still </em></p> <p><em><br />carried out manually and have not been digitally integrated. In conclusion, the role of Public Relations at Class D Bantargebang Regional General Hospital has been running according to the theory of the role of public relations according to Cutlip et al. (2011), although improvements are still needed in the aspects of HR competency, utilization of communication technology, and strategic planning so that this role can be implemented optimally.</em></p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/343 Identifikasi Keluhan Nyeri Bahu dengan Skala SPADI Pada Lansia Di Upt Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang Kediri 2025-11-28T02:54:39+00:00 indra cahyadinata indra.cahyadinata@iik.ac.id Kurniani Fatma Hardini kur@gmail.com Alfian Noha Zulkarnain alfian.noha@iik.ac.id Maulida Hasanah Hasanah@gmail.com Aisya Nabila Aisya@gmail.com Annisa Kurnia Maulidiani Annisa@gmail.com <p><em>Musculoskeletal disorders frequently arise from repetitive movements and prolonged static loading of muscles, which can result in pathological changes to joints, ligaments, and tendons. Contributing factors such as poor posture, mechanical load, frequency and duration of activity, and the surrounding work environment significantly increase the risk of musculoskeletal pain, including shoulder discomfort. Individuals experiencing shoulder pain require appropriate therapeutic intervention to support the healing process and prevent further functional impairment. This study aimed to identify upper extremity disorders in elderly individuals by utilizing the Shoulder Pain and Disability Index (SPADI) at the Tresna Wredha Social Service Unit in Jombang, Kediri. A descriptive quantitative method was employed through a two-phase approach: initial anamnesis and the administration of structured questionnaires to detect upper limb complaints, followed by specific physical examinations on the affected joint segments. A total of 20 elderly respondents participated in this study. The validity and reliability of the SPADI instrument were evaluated using Pearson's correlation coefficient and Cronbach’s Alpha. The results indicated that the SPADI scale is a valid and reliable tool for assessing both shoulder pain and functional limitations, as evidenced by correlation values exceeding the minimum validity threshold (Pearson’s r &gt; 0.497) and a reliability coefficient of 0.657, surpassing the accepted minimum standard of 0.6. In conclusion, the SPADI instrument demonstrates strong psychometric properties and is effective in identifying shoulder pain and functional disability among elderly individuals. It offers a practical assessment tool for early detection of musculoskeletal disorders within social care settings.</em></p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/352 Hubungan C-Reactive Protein (CRP) dan Neutrofil Lymphosit Count Ratio (NLCR) pada Bayi Neonatus di RS Dian Harapan Jayapura 2025-11-28T02:34:25+00:00 Frieti Nela frieti.veganela@iik.ac.id Yosep Jalong Yosep@gmail.com Fathul Hidayatul Hasanah fathul@gmail.com Erawati Erawati erawati@iik.ac.id Triffit Imasari triffit.imasari@iik.ac.id <p>Bayi Neonatus mempunyai risiko tinggi terhadap terjadinya infeksi yang disebabkan sistem imun belum sempurna berasal organisme, seperti bakteri, virus, jamur, parasit yang dapat mengakibatkan kematian. Diagnosis dini infeksi neonatal merupakan faktor penentu dalam keberhasilan tata laksana infeksi. <em>C-reactive protein </em>(CRP) merupakan salah satu pemeriksaan yang mengukur jumlah protein yang dihasilkan hati sebagai respons terhadap reaksi inflamasi dan kerusakan jaringan. Rasio <em>Neutrophils lymphocytes Count ratio </em>(NLCR) telah diketahui merupakan petanda pada infeksi bakteri yang berat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan CRP dan NLCR terhadap infeksi pada bayi neonatus. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain <em>cross sectional </em>dan teknik <em>sampling accidental</em>, jumlah sampel sebanyak 19. Hasil penelitian Uji statistik menggunakan Uji korelasi <em>chi square</em> menunjukkan adanya nilai sig &gt; 0,05&nbsp; maka arrtinya tidak ada hubungan antara CRP dan NLCR terhadap infeksi pada bayi neonates.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/289 Dinamika Aktivitas Fisik terhadap Profil Glikemik pada Lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 dari Perspektif Fisika Energi 2025-12-16T07:50:14+00:00 Arshy Prodyanatasari arshy.prodyanatasari@iik.ac.id Mely Purnadianty omansukarna@gmail.com Mardiana Prasetyani Putri neyna_ub@yahoo.co.id Novia Agustina novia.agustina@iik.ac.id <p>Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) pada lansia memerlukan pendekatan penanganan yang holistik, termasuk melalui aktivitas fisik. Namun, hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan profil glikemik pada populasi lansia di Puskesmas Silir, Kabupaten Kediri, masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap profil glikemik, meliputi kadar gula darah puasa, postprandial, dan HbA1c, pada lansia penderita DMT2. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 100 responden lansia berusia 60–70 tahun di wilayah kerja Puskesmas Silir. Data dikumpulkan melalui kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk menilai profil glikemik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43% responden dengan aktivitas fisik rendah memiliki kadar gula darah yang tinggi, sementara responden dengan aktivitas fisik berat menunjukkan profil glikemik terbaik. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan intensitas aktivitas fisik dengan perbaikan kadar gula darah (p &lt; 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat berhubungan dengan kontrol glikemik yang lebih baik pada lansia penderita DMT2. Temuan ini memperkuat pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari manajemen DMT2 pada lansia. Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan studi longitudinal guna mengevaluasi dampak jangka panjang aktivitas fisik terhadap stabilitas glikemik pada populasi ini.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/313 The Effect of Ethanol Extract of Duwet Stem Bark (Syzygium cumini L.) on the Growth of Staphylococcus aureus 2025-11-27T07:40:11+00:00 Faizatul Fitria faizatul.fitria@iik.ac.id Hari Untarto Swandono hari.untarto@iik.ac.id Prima Agusti Lukis prima.agusti.lukis@iik.ac.id Wiwik Werdiningsih wiwik.werdiningsih@iik.ac.id <p><em>Bacterial infections, especially those caused by Staphylococcus aureus, are a serious global health problem. This bacterium can cause a range of diseases, from mild skin infections to potentially fatal sepsis. It has also been reported to have developed resistance to antibiotics, which highlights the need for developing natural antibiotics with minimal side effects. The Duwet plant (Syzygium cumini L.), particularly its bark, is traditionally used to treat dysentery, diarrhea, and dyspepsia, and contains numerous bioactive compounds. Due to these benefits and its compounds, the bark of the duwet tree has the potential to possess beneficial antibacterial properties. <strong>The purpose</strong> of this study was to determine the extent to which the ethanol extract of duwet bark can inhibit the growth of Staphylococcus aureus in a laboratory setting (in vitro). <strong>The methods</strong> used included an extraction process where the duwet bark was soaked in 96% ethanol, followed by a phytochemical test to determine its chemical content. The extract was then tested for its ability to inhibit the growth of Staphylococcus aureus using the well diffusion method at concentrations of 20%, 40%, and 60%. <strong>The results</strong> showed that the duwet bark extract had the strongest antibacterial activity at a concentration of 60%, with an inhibition zone of 10.67 ± 2.25 mm, which falls into the moderate category.</em></p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/317 Adsorpsi Serbuk Kunyit dan Jahe Emprit untuk Menurunkan Bilangan Asam Minyak Jelantah 2025-11-27T07:41:23+00:00 Mardiana Prasetyani Putri neyna_ub@yahoo.co.id Arshy Prodyanatasari arshy.prodyanatasari@iik.ac.id Mely Purnadianty omansukarna@gmail.com <p>Limbah minyak jelantah memberikan dampak negatif yang signifikan bagi kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, upaya regenerasi atau pemurnian kembali minyak tersebut diperlukan. Salah satu metode yang dinilai efektif untuk tujuan tersebut adalah proses adsorpsi. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis efektivitas proses adsorpsi dalam menurunkan bilangan asam pada minyak jelantah dengan variasi waktu kontak yang berbeda. Pendekatan eksperimental diterapkan dengan membandingkan nilai bilangan asam sampel sebelum dan setelah perlakuan adsorpsi. Proses adsorpsi menggunakan kombinasi adsorben dari kunyit (<em>Curcuma longa</em>) dan jahe emprit (<em>Zingiber officinale</em>&nbsp;var.&nbsp;<em>Amarum</em>) dengan komposisi massa 1:1. Sampel yang digunakan merupakan minyak goreng sawit yang telah dimanfaatkan sebanyak tiga kali untuk menggoreng produk ikan. Adsorpsi dilakukan pada kondisi suhu tetap 70°C dengan variasi durasi kontak secara bertahap, yaitu 30, 35, 40, 45, 50, 55, dan 60 menit. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bilangan asam awal minyak jelantah sebesar 0,3636 mg NaOH/g. Setelah proses adsorpsi, terjadi penurunan nilai bilangan asam yang signifikan seiring dengan meningkatnya waktu kontak. Nilai bilangan asam pada masing-masing variasi waktu tersebut secara berurutan adalah 0,2460; 0,1654; 0,1328; 0,1197; 0,0914; 0,0827; dan 0,0457 mg NaOH/g. Tren penurunan ini mengindikasikan bahwa efisiensi proses adsorpsi meningkat sejalan dengan pertambahan waktu kontak. Fenomena penurunan bilangan asam ini diduga kuat disebabkan oleh kehadiran senyawa antioksidan, yakni kurkumin pada kunyit dan gingerol pada jahe emprit. Senyawa-senyawa bioaktif tersebut bekerja secara efektif dalam menghambat mekanisme oksidasi lemak, yang merupakan faktor primer peningkatan bilangan asam.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/324 Analisis Kadar BKO Natrium Diklofenak Dalam Jamu Pegal Linu Di Kecamatan Campurdarat Tulungagung Dengan Metode KLT dan Spektrofotometri Uv-Vis 2025-11-28T02:24:27+00:00 Wachidatun Nurin nurinwachidatun@gmail.com Rahma Diyan Marta rahmadiyan@stikes-kartrasa.ac.id Choirul Huda rahmadiyan@stikes-kartrasa.ac.id <p>Penggunaan jamu sebagai pengobatan tradisional diwariskan secara turun-temurun dan melekat dikehidupan Masyarakat Indonesia. Jamu pegal linu merupakan salah satu jenis jamu yang banyak dikonsumsi untuk meringankan pegal linu atau nyeri kelelahan. Konsumsi jamu yang cukup tinggi membuat beberapa produsen menambahkan BKO (Bahan Kimia Obat) ke dalam jamu produksinya. Tujuan penambahan BKO agar efek yang diberikan lebih cepat dan menarik banyak konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan BKO natrium diklofenak dalam jamu pegal linu dan kadar yang terkandung dalam jamu yang beredar di Kecamatan Campurdarat. Metode yang digunakan adalah uji kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan uji kuantitatif dengan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil KLT dengan menggunakan eluen metanol:kloroform:asam asetat (1:9:0,2), 3 dari 10 sampel yang digunakan positif mengandung natrium diklofenak dengan nilai Rf 0,6 (S1); 0,78 (S2) dan 0,73 (6). Hasil pengujian menggunakan spektrofotometri UV-Vis diperoleh Panjang gelombang maksimum larutan baku natrium diklofenak sebesar 215 nm dan absorbansi sebesar 0,736. Persamaan garis linier yang diperoleh adalah y = 0,0002x – 0,0019 dengan nilai r = 0,9824. Kadar natrium diklofenak yang terkandung dalam satu kemasan sampel dengan kode S1, S2 dan S6 secara berturut-turut sebesar 2,19 mg; 0,69 mg dan 53,21 mg.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/340 Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Generasi Z Di Kelapa Gading Melalui Sosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Dan Buang Obat Dengan Benar) Menggunakan Video Animasi Periode Juli 2025 2025-12-13T04:55:27+00:00 Widyani Budiarti WidyaniBudiarti@hayoo.com Neni Rahmani NeniRahmani@gmail.com Theresia Vania Iskandar Theresia@gmail.com <p>Pengetahuan DAGUSIBU sendiri bisa didapatkan dari berbagai sumber salah satunya adalah pendidikan, dimana semakin tinggi pendidikan seseorang maka semaki tinggi juga tingkat pengetahuan yang dimiliki. Saat ini penduduk terbanyak di Indonesia merupakan generasi Z, oleh karena itu program edukasi ini akan diterapkan pada generasi Z menggunakan video animasi karena cocok untuk generasi Z yang terbiasa dengan pendekatan audio-visual. Kelapa Gading menjadi tempat penelitian dikarenakan jumlah generasi Z yang cukup banyak yang dapat menunjang selama proses penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pendidikan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan generasi Z di Kelapa Gading setelah diberikan video animasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan eksperimental kuasi dengan desain one group pre-test – post-test yang terdiri dari 385 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian dan pengujian chi-square menggunakan SPSS menunjukan dari 385 sampel yang menajdi responden menunjukan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,729 dimana lebih besar dari 0,05 yang artinya pendidikan tidak berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan generasi Z di Kelapa gading, meskipun demikian hasil post-test secara keseluruhan mengalami peningkatan nilai dibandingkan dengan nilai pre-test. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini pendidikan tidak berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/348 Profil Kromatogram Senyawa Penangkap Radikal DPPH dari Ekstrak Kaempferia rotunda Berdasarkan Perbedaan Metode Ekstraksi 2025-11-28T02:35:41+00:00 Dyah Aryantini dyah.aryantini@iik.ac.id Munifatul Lailiyah MunifatulLailiyah@gmail.com Pri Hardini prihardini@gmail.com <p>Tanaman <em>Kaempferia rotunda</em> merupakan tanaman obat yang secara empiris bermanfaat untuk mengobati batuk, diare, menyembuhkan luka, menurunkan demam bahkan untuk mengobati kanker. <em>K. rotunda</em> mengandung senyawa seperti flavonoid, fenol, Crotepoxide, Pinostrobin, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kromatogram dari analisis Kromatografi Lapis Tipis (KLT) senyawa yang terdapat dalam ekstrak <em>K. rotunda</em> menggunakan dua metode ekstraksi yang berbeda yakni maserasi dan reflux terhadap radikal DPPH secara kualitatif. Hasil rendemen ekstrak maserasi dan refluk sebesar 8,58% dan 3,98% b/b, perbedaan ini terjadi karena durasi ekstraksi serta sifat yang terlarut mungkin bersifat termolabil. Hasil skrining menunjukkan adanya senyawa flavonoid, saponin dan alkaloid pada hasil ekstrak maserasi dan refluk. Hasil identifikasi KLT diperoleh hasil positif flavonoid, fenol, saponin, alkaloid serta terdapat aktivitas penangkap radikal DPPH pada hasil ekstrak maserasi dan refluk yang ditunjukkan dengan adanya spot berwarna kuning pada rentang Rf 0,2-0,8 yang menandakan peredaman terhadap radikal DPPH.</p> 2025-12-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/353 Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Pencarian Informasi Kesehatan pada Generasi Z 2025-12-01T02:20:35+00:00 Yusnita Yusfik ragilsharon2121@yahoo.co.id Kurniati Nawangwulan KurniatiNawangwulan12345@yahoo.com Zulaika Zulaika25@gmail.com Lantip Susilo susilo@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap pola pencarian informasi kesehatan pada Generasi Z. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, terjadi pergeseran perilaku dalam memperoleh informasi, termasuk mengenai kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 200 responden Generasi Z (usia 18–25 tahun) di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pola pencarian informasi kesehatan. Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi sumber utama bagi Generasi Z untuk memperoleh pengetahuan seputar gaya hidup sehat, nutrisi, dan kesehatan mental. Namun, tingkat kepercayaan terhadap informasi tersebut masih bergantung pada kredibilitas sumber dan tingkat literasi digital pengguna. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi kesehatan digital agar Generasi Z mampu menyaring informasi yang valid di tengah banjir konten kesehatan di media sosial.</p> 2025-12-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Authors and Journals