Jurnal Sintesis Sains Sains Terapan Analisis Laboratorium Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata
H Hubungan Kualitas Konsumsi Makanan Dengan Kejadian Stunting Di Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember
PDF

Kata Kunci

Kualitas Konsumsi Makanan
Stunting

Cara Mengutip

Nuurrahmawati, D., Hamim, N. . dan Hanifah, I. . (2024) “H Hubungan Kualitas Konsumsi Makanan Dengan Kejadian Stunting Di Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember : Hubungan Kualitas Konsumsi Makanan Dengan Kejadian Stunting Di Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember ”, Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya, 4(2). doi: 10.56399/jst.v4i2.98.

Abstrak

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah usia 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupah (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas konsumsi makanan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-23 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dan balita usia 6-23 bulan dengan status gizi stunting, dan didapatkaan sampel sebanyak 33 responden yang diambil dengan menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data meliputi coding, editing dan tabulating, kemudian data dianalisis menggunakan SPSS dengan chi-square test. Untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan menggunakan Uji Koofesiensi kontingensi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa yang mengkonsumsi makanan yang tidak berkualitas adalah 22 balita (66,7%). Hasil uji statistik didapatkan Pvalue = 0,027 (nilai probabilitas (p)< a (0,05 ) yang artinya H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kualitas konsumsi makanan dengan kejadian stunting di desa glundengan kecamatan wuluhan. Sedangkan pada uji koofesiensi kontingensi dimana nilainya sebesar 0,372 memiliki arti hubungan antara kualitas konsumsi makanan dengan kejadian stunting adalah lemah. Bagi ibu yang memiliki balita dengan status gizi stunting diharapkan memberikan asupan makanan yang berkualitas agar status gizi balita menjadi normal.

https://doi.org/10.56399/jst.v4i2.98
PDF
Creative Commons License

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Hak Cipta (c) 2023 Deni Nuurrahmawati, Nur Hamim, Iis Hanifah

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.