PREVALENSI KEJADIAN INFEKSI HIV PADA KOMUNITAS HOMOSEKSUAL DAN WANITA PEKERJA SEKS DENGAN METODE IMUNOKROMATOGRAFI (RAPID TEST) DI WILAYAH KOTA KEDIRI

Penulis

  • Erawati Erawati Institut ilmu kesehatan bhakti wiyata

Kata Kunci:

HIV, Imunokromatografi, Homoseksual, WPS, HIV, Imunokromatografi, WPS

Abstrak

Human Immunodefiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh pada manusia dan virus yang termasuk penyebab Penyakit menular seksual (PMS). HIV penyebab Acquired Immuni Deficiency Syndrome (AIDS). Aktivitas seksual yang berisiko menyebabkan penularan HIV tinggi, komunitas yang banyak terjangkit HIV antara lain Homoseksual dan Wanita pekerja seks (WPS). untuk Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi HIV sebagai screening test dan konfirmasi dengan menggunakan metode Immunokromatografi rapid test pada serum pasien komunitas Homoseksual dan WPS di Puskesmas Campurejo Kota Kediri. Metode pemeriksaan menggunakan deskriptif dengan Accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan pada komunitas homoseksual 1 sampel (4%) reaktif terhadap HIV dan pada 24 sampel (96%) non reaktif terhadap HIV sedangkan pada WPS 5 sampel (20%) reaktif terhadap HIV dan pada 20 sampel (80%) non reaktif terhadap HIV.Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemeriksaan antibodi HIV metode imunokromatografi (Rapid test) dapat mendeteksi adanya infeksi HIV dengan hasil 1 sampel dari komunitas Homoseksual dan 5 sampel dari WPS

Referensi

Anonim. 2012. Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia. Htttp://spiritia.or.id/Stats/Stat.curr.pdf

Chaerunnisa, Sofi. 2008. Penyimpangan Sexsual. Jakarta: Ariesta Pustaka.

Daili SF, Indriatmi W, Wandra T dkk, 2011. Pedoman nasional penanganan infeksi menular seksual, Kementrian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Jakarta

Durman, Edyana. 2012. Diagnosis Serologis Infeksi Human Immunodeficiency Virus. Jakarta. Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia. Vol XXVIII No.3. Hal 126-132

Handojo I., 2003. Pengantar Imunoasai dasar, Surabaya : Airlangga University Press

Kemenkes RI, 2012. Modul Pelatihan Pemeriksaan Terkait HIV Bagi Petugas Laboratorium, Jakarta : Kementrian Kesehatan RI

Kemenkes RI, 2015. Pedoman Pelaksanaan Pencegahan Penularan HIV Dan Sifilis Dari Ibu Ke Anak Bagi Tenaga Kesehatan, Jakarta : Kementrian Kesehatan RI

Lynn WA, Lightman S., 2004. Syphilis and HIV: a dangerous combination. The Lancet Infectious Diseases, Juli 2004; 4: 1061-8.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Nasrodin. 2007. HIV & AIDS Pendekatan Biologi Molekuler,Klinis dan Sosial. Editor: Barakbah J, Soewandojo E, Suharto, Hadi U, Astuti WD. Surabaya: Airlangga university press

Djoerban Z dan Djauzi S., 2006. HIV/AIDS di Indonesia. Dalam: Sudoyo AW, Setioyadi B, Alwi I, Simadibrata KM, Setiadi S, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta. Balai Penerbit FKUI: 1803-12.

Soetjiningsih, SpA(K), (2004). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: CV.Sagung Seto

Ratih WU, 2012. Strategi Pemeriksaan Laboratorium anti HIV, Jurnal farmasi Sains dan Komunitas, November 2012, hlm 98-103 ISSN : 1693-5683 Vol. 9 No. 2

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-10-10

Terbitan

Bagian

Artikel