Abstract
Limbah minyak jelantah memberikan dampak negatif yang signifikan bagi kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, upaya regenerasi atau pemurnian kembali minyak tersebut diperlukan. Salah satu metode yang dinilai efektif untuk tujuan tersebut adalah proses adsorpsi. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis efektivitas proses adsorpsi dalam menurunkan bilangan asam pada minyak jelantah dengan variasi waktu kontak yang berbeda. Pendekatan eksperimental diterapkan dengan membandingkan nilai bilangan asam sampel sebelum dan setelah perlakuan adsorpsi. Proses adsorpsi menggunakan kombinasi adsorben dari kunyit (Curcuma longa) dan jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) dengan komposisi massa 1:1. Sampel yang digunakan merupakan minyak goreng sawit yang telah dimanfaatkan sebanyak tiga kali untuk menggoreng produk ikan. Adsorpsi dilakukan pada kondisi suhu tetap 70°C dengan variasi durasi kontak secara bertahap, yaitu 30, 35, 40, 45, 50, 55, dan 60 menit. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bilangan asam awal minyak jelantah sebesar 0,3636 mg NaOH/g. Setelah proses adsorpsi, terjadi penurunan nilai bilangan asam yang signifikan seiring dengan meningkatnya waktu kontak. Nilai bilangan asam pada masing-masing variasi waktu tersebut secara berurutan adalah 0,2460; 0,1654; 0,1328; 0,1197; 0,0914; 0,0827; dan 0,0457 mg NaOH/g. Tren penurunan ini mengindikasikan bahwa efisiensi proses adsorpsi meningkat sejalan dengan pertambahan waktu kontak. Fenomena penurunan bilangan asam ini diduga kuat disebabkan oleh kehadiran senyawa antioksidan, yakni kurkumin pada kunyit dan gingerol pada jahe emprit. Senyawa-senyawa bioaktif tersebut bekerja secara efektif dalam menghambat mekanisme oksidasi lemak, yang merupakan faktor primer peningkatan bilangan asam.
References
BSN (2013), SNI-3741 Minyak Goreng Sawit.
Febriyanti, L. D., Devianti, V.A., dan Puspitasari, I. (2024), Analisis asam lemak bebas dan kadar Air menggunakan Adsorben Kunyit dengan Pengaruh Lama Waktu Adsorpsi. Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 8(2), 24–32.
Fithry, D. A., Haryanto, B., Affandi, R., Hutabarat, A., dan Febrisma, A. (2024), Pemurnia Minyak Jelantah Menggunakan Adsorben Natural dari Pelepah Sawit dengan Perbedaan Ukuran Mesh dan Massa. Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 7(2), 672–680.
Juherah, Kasim, K. P. (2021), Pemanfaatan Arang bonggol Jagung sebagai Adsorben Minyak Bekas Gorengan (Jelantah), (Eksperimen). Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 21(2), 251–257.
Julaiha, S. Y. (2021), Pemurnian Minyak Jelantah dengan Menggunakan Adsorben Kunyit (Curcuma Domestica val.).
Mahmudah, K., dan Nopiyanti, V. (2019), Penetapan Kadar Asam lemak Bebas (Alb) pada minyak Goreng Kemasan dan Minyak Goreng Curah dengan Perlakuan Berdasarkan lama Waktu Pemanasan. Cerata Jurnal Ilmu Farmasi, 10(1).
Mardiyah, S. (2018), Efektivitas Penambahan Serbuk Kunyit terhadap Bilangan Peroksida dan Bilangan Asam Minyak Goreng Bekas Pakai. Medical Tecnology and Public Health Journal, 2(1), 84–92.
Nova, L. S. S. (2022), Uji karakteristik Tanah Humus sebagai Adsorben pada Pemurnian Minyak Jelantah.
Perwitasari, D. S. (2020), Teknologi Peningkatan Kualitas Minyak Goreng Bekas. CV Mitra Abisatya.
Pramudya, A. (2016), Budidaya dan Bisnis Jahe ala Adi si Anak Rempah. PT Agromedia Pustaka.
Purwaningsih, D. Y., Zuchrilah, D. R., dan N. (2019), Peningkatan Mutu Minyak Goreng Curah dengan Penambahan Ekstrak Kulit Pisang Raja sebagai Antioksidan Alami. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Dan Teknik Kimia, 4(1), 22–29.
Qory, D. R. A., Ginting, Z., dan Bahri, S. (2021), Pemurnian Minyak jelantah menggunakan Karbon Aktif dari Biji Salak (Salacca Zalacca) sebagai Adsorben Alami dengan Aktivator H2SO4. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 10(2), 26–36.
Sardjono, M. (2024), Kinerja Industri Sawit 2023 & Prospek Tahun 2024. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). https://gapki.id/News/2024/02/27/Kinerja-Industri-Minyak-Sawit-Tahun-2023-Prospek-Tahun-2024/

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Authors and Journals
