Pemeriksaan HBsAg Metode Imunokromatografi Pada Komunitas GAY Penderita HIV di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri

Penulis

  • frieti vega nela Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Erawati D3 Teknologi Laboratorium Medis, IIK Bhakti Wiyata Kediri
  • Triffit Imasari Program Studi D4 TLM, IIK Bhakti Wiyata Kediri
  • Siska Kusuma Wardhani D3 Teknologi Laboratorium Medis, IIK Bhakti Wiyata Kediri
  • Fryscilla Mega Oktavia D4 TLM, IIK BHAKTI WIYATA

DOI:

https://doi.org/10.56399/jst.v5i1.175

Kata Kunci:

HIV, Hepatitis B, Gay, Imunokromatografi

Abstrak

Infeksi Human Imunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit yang disebabkan karena virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel T CD4. Human Imunodeficiency Virus (HIV)  menyebabkan sistem kekebalan tubuh terus menurun yang dapat mengakibatkan koinfeksi salah satunya Hepatitis B. Ada beberapa faktor terjadinya infeksi HIV salah satunya melalui penularan kelompok homoseksual. Homoseksual dapat dibagi menjadi dua yaitu gay dan lesbian. Gay adalah laki-laki yang terlibat dalam aktivitas seksual dengan jenis kelamin yang sama. Hepatitis B penyakit akibat virus Hepatitis B yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis. HBsAg merupakan salah satu jenis antigen yang terdapat pada bagian pembungkus virus Hepatitis B yang dapat dideteksi melalui cairan tubuh. Koinfeksi Hepatitis B pada penderita HIV dapat dideteksi dengan pemeriksaan HBsAg. Pemeriksaan HBsAg menggunakan metode imunokromatografi karena memiliki kelebihan pemeriksaan mudah dilakukan, lebih praktis, dan sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu deteksi dini penyakit Hepatitis B pada gay penderita HIV di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei deskriptif dan teknik sampling accidental sampling dengan jumlah 24 sampel. Hasil penelitian HBsAg metode imunokromatografi pada gay penderita HIV didapatkan hasil positif sebanyak 0 sampel (0%) dan negatif sebanyak 24 sampel (100%). Penelitian ini menunjukan bahwa pemeriksaan HBsAg metode imunokromatografi dapat digunakan untuk deteksi dini adanya infeksi Hepatitis B pada gay penderita HIV di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri.

Referensi

Aryastuti, N., Febriani, C. A., dan Perdana, A. A. 2019. Perilaku Seksual Berisiko Pada Kelompok Homoseksual Di Kota Bandar Lampung Risk Sexual Behavior In Homosexual Group In Bandar Lampung City. In Jurnal Dunia Kesmas (Vol. 8).

Bratanata, J., Gani R. A., dan Karjadi T. H. 2015. Proporsi Infeksi Virus Hepatitis B Tersamar Pada Pasien Yang Terinfeksi Human Imunodeficiency Virus. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 2(3), 126-132.

Bastiangga, D., dan Hapsari, R. 2019. Profil Imunitas Terhadap Virus Hepatitis B Pada. Jurnal Kesehatan Diponegoro, 8(4), 1338–1350.

Gozali, A. P. 2020. Diagnosis, Tatalaksana dan Pencegahan Hepatitis B dalam Kehamilan. Cermin Dunia Kedokteran, 47(7), 354-358.

Harahap, R. A. 2016. Pengaruh Faktor Predisposing, Enabling, dan Reinforcing Terhadap Pemberian Imunisasi Hepatitis B Pada Bayi di Puskesmas Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Jumantik. 1(1), 1-23.

Handayani, L., Ahmad, R. A., dan Subronto, Y. W. 2017. Faktor Risiko Loss to Follow Up Terapi ARV pada Pasien HIV. Journal of Community Medicine and Public Health, 33(4), 173-180.

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Calon Tenaga Kerja Indonesia. 15–18.

Kurniawati, S. A., dan Taguh H. K. 2015. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hepatitis C pada Pasangan Seksual Pasien Koinfeksi Human Imunodeficieny Virus dan Virus Hepatitis C. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 2, 133.

Putri, A. H., Hutapea, R., Adam, H., dan Medan, M. 2022. Risiko Infeksi Menular Seksual pada Homoseksual. Anatomica Medical Journal Fakultas Kedokteran, 5(1), 15–29. http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/AMJ.

Riyaniarti, M. E. W ., Sutarno., dan Afiono A. P. 2015. Koinfeksi Virus Hepatitis B Terdeteksi Pada Pasien HIV Di RSU Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Pasca Universitas Negeri Surakarta, 3(2), 50-53.

Sarma, H., dan Oliveras, E. 2013. Implementing HIV/AIDS Education: Impact Of Teacher Training On HIV/AIDS Education In Bangladesh. Journal Of Health Population And Nutrition, 31(1), 20-27.

Sitti, R., dan Naully, P. G. 2018. Prevalensi HIV dan HBV pada Kalangan Remaja. Jurnal Kesehatan, 9(2), 280. https://doi.org/10.26630/jk.v9i2.908.

Ventiani, N. 2014. Frekuensi HbsAg Positif Pada Uji Saring Darah di Palang Merah Indonesia Cabang Padang Tahun 2010: FK UNAND.

Wijayanti, I. B. 2016. Efektivitas HBsAg-Rapid Screening Test Untuk Deteksi Dini Hepatitis B. Jurnal KesMaDaSka-Januari, 29–34.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-06-28

Terbitan

Bagian

Artikel Penuh