Dampak Infeksi Soil Transmitted Helminth Terhadap Profil Darah Pada Petugas Kebersihan

Penulis

  • Ismiy Wahyuni
  • Dani Andrean
  • Jessi Suryani Setiawan

DOI:

https://doi.org/10.56399/jst.v4i2.156

Kata Kunci:

Feses, perut, cacing, HB, Eusinofil, Kebersihan, terlur cacing

Abstrak

Cacing tambang dapat menghisap darah sebanyak 0.03-0.34 ml darah per cacing dalam satu hari, sehingga dapat mempengaruhi kadar Hemoglobin di dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infeksi cacing tambang (Hookworm) terhadap kadar hemoglobin petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Sementara Kota Kediri. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah semua petugas kebersihan, yang mana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 23 petugas kebersihan. Metode pemeriksaan feses menggunakan Direct Slide dengan pewarna eosin 2% dan metode pemeriksaan Hemoglobin  menggunakan Point Of Care Testing (POCT). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya infeki cacing tambang (Hookworm) pada petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Sementara Kota Kediri sebanyak 16 orang, dari 16 orang yang terinfeksi 10 orang memiliki kadar hemoglobin rendah. Hasil uji statistika menunjukkan  koefisien  korelasi (R) sebesar 0,483 , nilai p= (0,020)  <  alpha 0,05 (5%), dengan demikian H1 diterima. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara infeksi cacing tambang (Hookworm) dengan kadar hemoglobin pada petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Sementara Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Referensi

Noviastuti, Aulia Rahma. 2015. Infeksi Soil Transmitted Helminths. Lampung: Majority. 4(8) :107-115

Rizkiah, Nur. 2017. Gambaran Telur Soil Transmitted Helminths (STH) pada Kuku, Penggunaan Alat Pendulang Intan Desa Pumpung Kelurahan Sungai Tiung Kota Banjarbaru. Banjarbaru. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://repo.stikesborneolestari.ac.id/100/1/KTI%2520PDF%25201.pdf&ved=ahUKEwjnnqzXzKjiAhVBQ6wKHXx9APwQFjAAegQIABAB&usg=AOvVaw0M-g9gw_u3gG3H_zIEocRc. 20 Mei 2019.

Silalahi, Reggy. H. B., dkk. 2014. Jumlah Eosinofil pada Anak dengan Soil Transmitted Helminthiasis yang Berusia 6-10 Tahun. Semarang: Sari Pediatri. Vol. 16,No. 2: 79-85.

Ali, M,A., Zaenal, S., danSuharyo. 2012. Hubungan Infeksi Helminthiasis dengan Kadar Hemoglobin (HB) pada Siswa SD Gedongbina Remaja Kota Semarang 2011. Jurnal Visikes. 11 (2): 80-86.

Utari, Dian, dkk. 2014. Imunoserologi. Jakarta: EGC

Merdjani, A., Syoeib, A., Chairulfatah, A., et al. 2015. Infeksi dan Pediatri Tropis. Jakarta: IDAI. Hal. 370-380.

Budiman, 2012. Kajian Epidemiologi Lingkungan Penyakit Kecacingan Pada Kelompok Pemulung Di Tpk Sarimukti Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Diakses dari http://ejournal.karyailmiah.com [Pada tanggal 21 Mei 2021].

Surfeki, G.K. 2017. Hubungan Personal Hygiene, Pemakaian Alat Pelindung Diri, Dan Sanitasi Dasar Rumah Dengan Kejadian Kecacingan Pada Pemulung Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Parombunan Kota Sibolga. Skripsi. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Butarbutar., M.R.J., Taufik, A., dan Devi, N,S. 2012. Hubungan Hygiene Perorangan Dan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Dengan Keluhan Gangguan Kulit Dan Kecacingan Pada Petugas Pengangkut Sampah Kota Pematangsiantar. Departemen Kesehatan Lingkungan. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan Kerja. Volume. 4 (3).

Hayati, Z., Joko, A., dan Eka, A,Y. 2013. Hubungan Infeksi Cacing Usus Terhadap Anemia Defisiensi Besi Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas V Dan Vi Di Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Kedokteran UNRAM. 2 (2).

Hairani., B, Waris., L, Juhairiyah. 2014. Prevalensi Soil Transmitted helminth (STH) pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Buski. 5 (1): 43-48.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-03-20

Terbitan

Bagian

Artikel Penuh