Scoping Review Penelitian Stunting di Indonesia: Tren, Tantangan, dan Arah Penelitian Masa Depan
PDF (Bahasa Indonesia)

Keywords

stunting
indonesia
scoping review
trend penelitian
intervensi gizi

How to Cite

Pandayu, A., Nurfadilah H, S. ., & Supriyono, N. D. . (2026). Scoping Review Penelitian Stunting di Indonesia: Tren, Tantangan, dan Arah Penelitian Masa Depan: Scoping Review of Stunting Research in Indonesia: Trends, Challenges, and Future Research Directions. Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan Dan Pelayanan Kesehatan, 4(2), 10-18. Retrieved from https://jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/331

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia, mengingat dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian mengenai stunting di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam satu dekade terakhir, namun kajian yang memetakan tren, tantangan, dan arah penelitian masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan scoping review terhadap publikasi ilmiah tentang stunting di Indonesia, dengan menyoroti tema-tema penelitian yang dominan, kendala dalam implementasi intervensi, serta potensi arah penelitian di masa depan. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan scoping review berdasarkan kerangka kerja PRISMA-ScR. Artikel yang relevan diidentifikasi melalui pencarian sistematis pada database nasional dan internasional dengan kriteria inklusi berupa penelitian empiris yang berfokus pada faktor determinan, intervensi gizi, serta peran sistem kesehatan dalam pencegahan stunting di Indonesia. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa tren penelitian stunting mengalami peningkatan signifikan, khususnya setelah tahun 2015, dengan fokus penelitian yang bervariasi. Faktor-faktor yang paling sering diteliti meliputi kondisi sosio-ekonomi keluarga, pola makan dan asupan gizi anak, sanitasi lingkungan, serta peran layanan kesehatan. Selain itu, intervensi spesifik seperti pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi, serta program sensitif seperti perbaikan sanitasi dan pemberdayaan masyarakat terbukti memberikan kontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting. Kesimpulan: Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa stunting di Indonesia merupakan masalah multidimensi yang memerlukan pendekatan interdisipliner dan kolaborasi lintas sektor. Arah penelitian ke depan sebaiknya menekankan pada evaluasi efektivitas intervensi berbasis komunitas, integrasi teknologi digital dalam pemantauan gizi, serta penguatan kebijakan kesehatan yang lebih kontekstual sesuai dengan keragaman sosial budaya masyarakat Indonesia.
PDF (Bahasa Indonesia)
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 Ardiansyah Pandayu, Siti Nurfadilah H, Nisa'i Daramita Supriyono