Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis <p><strong><img style="float: left; width: 136px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #1eb53e;" src="https://jurnal.iik.ac.id/public/site/images/admjurnaliik2020/backup-of-cover-2.jpg" width="305" height="188" />Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya</strong> merupakan jurnal ilmiah penelitian yang didedikasikan untuk publikasi berkualitas dibidang sains murni, sains terapan dan analisis dengan nomor ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1599447863&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2745-9918</a>. Jurnal ini diterbitkan Fakultas Sains Teknologi dan Analisis <a href="https://www.iik.ac.id/">Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata</a> oleh kelompok Bidang Minat bidang minat Sains, Sains Terapan dan Analisis Sains yang dipublikasikan setahun dua kali yaitu bulan <strong>Juni dan Desember</strong>. Semua publikasi dijurnal<strong> Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya</strong> ini bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan.</p> id-ID tri.ana.mulyati@iik.ac.id (Tri Ana Mulyati) fita.sari@gmail.com (Fita Sari, M.Farm) Kam, 10 Sep 2020 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERSEPSI PASIEN HIPERTENSI TERHADAP KEAMANAN DAN EFEKTIFITAS OBAT TRADISIONAL UNTUK HIPERTENSI DI KABUPATEN BANYUMAS http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/7 <p><span style="font-weight: 400;">Hypertension is the biggest risk factor for cardiovascular disease which is the first caused of death in the world. Besides lifestyle modification and pharmacological therapy, hypertension can also be treated using traditional medicine. The use of traditional medicine can be influenced by characteristics and perceptions. The purpose of this study was to determine the patient's perception of traditional medicine for hypertension in Banyumas Regency. The research was conducted in April 2019, the subjects were hypertensive patients who become member of PROLANIS in Banyumas Regency. The research design used a cross-sectional study with a purposive random sampling. Perception was measured using a questionnaire with a Likert scale from strongly disagree to strongly agree (scale 1-5) then converted into a percent index score. There were 340 respondents who participated in this study. The majority of respondents were women (56.8%) aged 45-60 years old (52.4%), with secondary education (55.3%), working (85%) and having moderate income (52.6%) . Respondents have a good perception of the safety and effectiveness of traditional medicines for hypertension with an average percent index score of 68.53% for safety and an 67.38% for effectiveness</span></p> Aulia Rahman, Dyah Aryani Perwitasari, Kintoko Kintoko, Suwijiyo Pramono Hak Cipta (c) 2020 Aulia Rahman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/7 Sab, 10 Sep 2022 00:00:00 +0000 Gambaran Gambaran Makroskopis dan Mikroskopis Bakteri Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi pada Penderita Demam Tifoid http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/8 <p>Demam tifoid atau demam enterik merupakan penyakit infeksi yang disertai diare. Penyebab dari demam tifoid adalah bakteri <em>Salmonella typhi </em>dan <em>Salmonella paratyphi</em>. Pemeriksaan biakan darah merupakan baku emas untuk pemeriksaan penderita demam tifoid yang memiliki sensitifitas paling baik dan dapat memberikan hasil positif pada pemeriksaan minggu pertama sakit demam tifoid. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui adanya bakteri <em>Salmonella typhi </em>dan <em>Salmonella paratyphi</em> pada penderita demam tifoid, gambaran makroskopis dan mikroskopis bakteri <em>Salmonella typhi </em>dan <em>Salmonella paratyphi </em>dari biakan darah penderita demam tifoid. Teknik yang digunakan yaitu <em>purposive sampling </em>dengan kriteria penderita demam belum menerima terapi antibiotik. Sampel darah yang diperoleh dikultur dengan menggunakan media oxgall dan lihat ciri makroskopis pada media SSA, IMViC, dan TSIA serta ciri mikroskopis dengan pewarnaan Gram. Hasil Makroskopis dari bakteri <em>Salmonella typhi </em>dan <em>Salmonella paratyphi </em>pada media SSA memiliki ciri koloni berbentuk bulat, bewarna hitam, konsistensi mucoid serta terbentuk reduksi telurit dan hasil identifikasi dengan media IMViC dan TSIA, diperoleh adanya bakteri <em>Salmonella typhi </em>dan <em>Salmonella paratyphi</em> sedangkan untuk ciri mikroskopis yang teramati berbentuk batang, bewarna merah, susunan bakteri menyebar, dan bersifat Gram negatif. Kesimpulan penelitian yaitu bakteri penyebab demam tifoid yaitu 55% bakteri <em>Salmonella typhi</em>, 18% bakteri <em>Salmonella paratyphi</em>, dan 27% tidak terjadi pertumbuhan di media.</p> inayah fitri, Najmatul, Devis Ika Widyawati Hak Cipta (c) 2020 inayah fitri, Najmatul, Devis Ika Widyawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/8 Sab, 10 Sep 2022 00:00:00 +0000 Adsorpsi Salinitas Sumber Air Madura dengan Zeolit Alam Klinoptilolit Teraktivasi Basa http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/9 <p>Telah dilakukan penelitian penurunan salinitas pada sumber air di Madura. Metode yang digunakan adalah adsorpsi yaitu pengolahan air payau yang diharapkan dapat menurunkan salinitas garam berlebih. Material yang digunakan adalah zeolit alam jenis klinoptilolit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh variasi konsentrasi aktivator terhadap penurunan salinitas air. Prosesnya terdiri dari beberapa tahap yaitu aktivasi, karakterisasi, adsorpsi dan pengukuran salinitas. Proses aktivasi klinoptilolit ini menggunakan aktivasi secara kimia yaitu menggunakan basa (KOH) dengan variasi konsentrasi 2 M, 3 M, 4 M, 5 M, 6 M. Hasil dari aktivasi dengan KOH, dikarakterisasi dengan FTIR. Spektra FTIR Zeolit alam klinoptilolit teramati pada bilangan gelombang 3000 cm<sup>-1</sup>, cm<sup>-1</sup> Salinitas sumber air mula-mula sebesar 10‰ dan salinitas air setelah melalui proses adsorpsi menjadi 9‰, 9‰, 9‰, 8‰, 8‰ berturut-turut pada konsentrasi aktivator KOH 2 M, 3 M, 4 M, 5 M, 6 M. Penurunan salinitas optimum yaitu pada penggunaan ZAK-KOH 5 M. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemampuan zeolit alam klinoptilolit yang diaktivasi dengan aktivator yang berbeda.</p> Lailatul Badriyah, Muhariawan, Luluk Luluk Hak Cipta (c) 2020 Lailatul Badriyah, Muhariawan, Luluk Luluk https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/9 Sab, 10 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh HPMC Sebagai Gelling Agent Pada Optimasi Formula Gel Ekstrak Kasar Bromelin Kulit Nanas ( Ananas comossus L. Merr) http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/10 <p>Nanas (<em>Ananas comosus</em> (L.) Merr) merupakan salah satu jenis buah yang diminati oleh masyarakat, baik lokal maupun dunia. Pemanfaatan kulit nanas diketahui belum optimal sehingga penelitian ini menggunakan kulit nanas sebagai bahan aktif gel. Kulit nanas memiliki senyawa fitokimia yang khas yaitu bromelin yang dapat digunakan sebagai antimemar. Bromelin tergolong kelompok enzim protease sulfhidril yang mampu menguraikan struktur molekul protein menjadi asam - asam amino. Ekstrak kasar bromelin kulit nanas diperoleh dari ekstraksi menggunakan metode Herdyastuti (2006) kemudian dimasukkan ke dalam formulasi sediaan gel. Terdapat 3 variasi formulasi gel hasil <em>Simplex Lattice Design</em> dengan perbandingan konsentrasi HPMC : gliserin, yaitu FA(0% : 100%), FB (50% : 50%), FC (100% : 0%). Ketiga variasi formulasi dioptimasi berdasarkan hasil uji pH, daya sebar, dan viskositas untuk mendapatkan formulasi optimum. Formulasi optimum yang diperoleh yaitu konsentrasi HPMC : gliserin &nbsp;sebesar&nbsp; 30% : 70%. Gel hasil formulasi optimum kemudian dianalisis menggunakan uji T dan diketahui tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil prediksi dan kenyataan dilihat dari karakteristik gel meliputi pH, daya sebar, dan viskositas.</p> Anang Setyo Wiyono, Tri Puji Lestari, Very Setya Wardani Hak Cipta (c) 2020 Anang Setyo Wiyono, Tri Puji Lestari, Very Setya Wardani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/10 Sab, 10 Sep 2022 00:00:00 +0000 Identifikasi Analgesik Narkotik pada Sampel Urin Pasien Pasca Bersalin Caecar di RSB Nirmala Kediri http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/12 <p>Persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi janin yang sudah cukup Sembilan (9) bulan mengandung untuk dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan. Salah satu proses persalinan dengan bantuan yaitu melalui operasi <em>caesar</em>. Cara kelahiran bayi melalui bedah <em>caesar </em>pada dasarnya dapat mendatangkan resiko. Setiap pembedahan akan menimbulkan konsekuensi nyeri oleh karena kerusakan jaringan itu sendiri. Penanganan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Penanganan secara farmakologis dapat dilakukan dengan memberikan analgesic golongan narkotik. Analgesik narkotik yang diberikan kepada pasien pasca bersalin <em>caesar </em>merupakan analgesic narkotik golongan morfin dan methamphetamine. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya residu analgesic narkotik (morfin dan methamphetamine) pada hari ke-2 dan ke-3 dalam sampel urin pasien pasca bersalin <em>caesar</em> di Rumah Sakit Bersalin Nirmala Kediri. Penelitian ini menggunakan metode <em>survey (observasional) </em>analitik dengan rancangan <em>cross section survey </em>dan data yang diambil menggunakan <em>purposive sampling. </em>Metode yang digunakan untuk menganalisis analgesic narkotik pada sampel urin yaitu <em>Card Test </em>dengan metode Imunokromatografi. Berdasarkan hasil analisis di hari ke-2 dan ke-3 pasien pasca bersalin <em>caesar </em>jumlah pasien yang urinnya positif morfin dan negatif methamphetamine berturut-urut sebesar 85% dan 15% sedangkan pada hari ke-2 dan 3 jumlah pasien yang urinnya negative morfin dan positif methamphetamine berturut-turut yaitu sebesar85% dan 15%. Berdasarkan hasil tersebut ditemukan adanya residu analgesic narkotik dalam sampel urin pasien pasca bersalin <em>caesar</em> di RSB Nirmala Kediri pada hari ke-2 dan ke-3 yaitu morfin 85% dan methamphetamine 15%.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Analgesik Narkotik; Caesar; Card Test, Urin</p> Mardiana Prasetyani Putri, Mely Purnadianti, Ayu Sakti Rahmania, Muhamad Shofi Hak Cipta (c) 2020 Mardiana Prasetyani Putri, Mely Purnadianti, Ayu Sakti Rahmania, Muhamad Shofi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/12 Sab, 10 Sep 2022 00:00:00 +0000