Pengaruh HPMC Sebagai Gelling Agent Pada Optimasi Formula Gel Ekstrak Kasar Bromelin Kulit Nanas ( Ananas comossus L. Merr)

-

Penulis

  • Anang Setyo Wiyono Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Tri Puji Lestari Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata
  • Very Setya Wardani Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Kata Kunci:

Ekstrak Kasar Bromelin Kulit Nanas , Gel, Gliserin, HPMC, Simplex Lattice Design.

Abstrak

Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) merupakan salah satu jenis buah yang diminati oleh masyarakat, baik lokal maupun dunia. Pemanfaatan kulit nanas diketahui belum optimal sehingga penelitian ini menggunakan kulit nanas sebagai bahan aktif gel. Kulit nanas memiliki senyawa fitokimia yang khas yaitu bromelin yang dapat digunakan sebagai antimemar. Bromelin tergolong kelompok enzim protease sulfhidril yang mampu menguraikan struktur molekul protein menjadi asam - asam amino. Ekstrak kasar bromelin kulit nanas diperoleh dari ekstraksi menggunakan metode Herdyastuti (2006) kemudian dimasukkan ke dalam formulasi sediaan gel. Terdapat 3 variasi formulasi gel hasil Simplex Lattice Design dengan perbandingan konsentrasi HPMC : gliserin, yaitu FA(0% : 100%), FB (50% : 50%), FC (100% : 0%). Ketiga variasi formulasi dioptimasi berdasarkan hasil uji pH, daya sebar, dan viskositas untuk mendapatkan formulasi optimum. Formulasi optimum yang diperoleh yaitu konsentrasi HPMC : gliserin  sebesar  30% : 70%. Gel hasil formulasi optimum kemudian dianalisis menggunakan uji T dan diketahui tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil prediksi dan kenyataan dilihat dari karakteristik gel meliputi pH, daya sebar, dan viskositas.

Referensi

Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Depkes RI.

Herdyastuti, Nuniek. 2006. Isolasi dan Karakterisasi Ekstrak Kasar Enzim Bromelin dari Batang Nanas (Ananas comosus L. Merr). Jurnal Berk. Penel. Hayati. 12, 75-77.

Jellinek, J. S., 1970, Formulation and Function of Cosmetics, translated by G.L.Fenton, 323-324, John Wiley & Sons Inc., USA.

Lakshminarasimaiah, N. RajaRajeshwari B Vibhuti , Barnali Ghosh. (2014). Extraction Of Bromelain From Pineapple Waste. International Journal of Scientific & Engineering Research. 5 (6), 763-766.

Madan, J., Singh, R. 2010. Formulation and Evaluation of Aloevera Topical Gels, Int.J.Ph.Sci.,2 (2), 551-555.

Murniati, E. 2006. Sang Nanas Bersisik Manis di Lidah. Surabaya: SIC.

Olivia H., (2013). “Pengaruh Basis Salep Terhadap Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Kemangi (Ocinum sanctum L) Pada Kulit Punggung Kelinci Yang Dibuat Infeksi Staphylococcus aureus”. FMIPA-UNSRAT. Manado.

Pavan, Rajendra. Sapha Jain, Shraddha, Ajay Kumar. (2012). “Properties and Therapeutic Application of Bromelain: A Review”. Biotechnology Research International. 2012, 1-6.

Rowe, R.C., Sheskey, P.J., dan Owen S.C., 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Sixth edition. Washington dan London: American Pharmaceutical Association and the Pharmaceutical Society of Great Britain.

Sayuti, N.A., 2015. “Fomulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) (Formulation and Physical Stability of Cassia alata L. Leaf Extract Gel), Artikel Riset : Jurnal Kefarmasian Indonesia, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes, Surakarta.

Smolinske, S. C., 1992, Handbook of Food, Drug and Cosmetic Excipients, 199-203, CRC Press, USA.

Sukmawati.2011. “Pengaruh Variasi Konsentrasi Pva, Hpmc, Dan Gliserin Terhadap Sifat Fisika Masker Wajah Gel Peel Off Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.). Jurusan Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Udayana

Ulviani, Fina, Yusriadi, dan Khildah. 2016. “Pengaruh Gel Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus)”. GALENIKAJournal of Pharmacy. 3 (1). 49-56.

Voight. 1995. Buku Ajar Teknologi Farmasi. Diterjemahkan oleh Soendani Noeroto S., Yogjakarta : UGM Press

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-09-10

Terbitan

Bagian

Artikel